Bawa Keranjang
Kadi Souleymane, tukang plester utama, memanjat toron dengan keranjang plester di bahu

Besok pagi pukul 06.40, seluruh kota naik.

Juru gendang, Menara Sabu

Hari Plester

06.40 sampai 18.00

Dinding yang sudah dipegang tiap guild:

  • Trowel21%
  • Gourd17%
  • Stamp12%
  • Reed14%
  • Rung16%
  • Drum11%
9% belum dipegang Atur guild
Beta terbuka
  • PC
  • PlayStation 5
  • Android
  • iOS

Satu petak dinding, atas namamu.

Dinding Toronwall adalah peta server. Keranjang yang kamu bawa naik menambal satu petak nyata, dan petak itu memuat namamu sampai hujan berikutnya.

Petak yang terlewat runtuh musim depan bersama tangga dan jalan di atasnya. Seluruh server bisa melihat lubangnya.

Menara Sabu, sisi timur: 61 dari 72 petak terplester.
  • Terplester
  • Masih kering
  • Petakmu
Dua belas menara Toronwall dilihat dari seberang sungai, separuh sudah diplester putih, kain nila terbentang di antaranya

Trailer musim pertama: satu hari Plester, dari kokok ayam pertama sampai petak terakhir di puncak Menara Sabu.

Kadi Souleymane melempar plester dari sendok kayu panjang, keranjang di pinggang

Kadi Souleymane

Tukang utama, guild Trowel

Kadi memimpin barisan pertama yang naik ke perancah. Ia membaca dinding lewat bunyinya: petak rapuh terdengar kosong saat diketuk sendok kayu, petak sehat terdengar padat.

  • Lempar Jauh. Plester sampai ke petak tiga toron di atasmu.
  • Ketuk Dinding. Petak rapuh menyala untuk seluruh party selama satu menit.
Dinding ini milik orang yang mau naik.
Assa menari dengan satu lutut terangkat, kain nila berayun, betis berlapis tanah liat basah

Assa

Penari, guild Stamp

Lumpur untuk plester harus diinjak sampai liat. Guild Stamp melakukannya sambil menari, dan Assa yang memegang temponya.

Kalau ia berhenti, adonan mengeras sebelum sampai ke atas.

  • Hentak Lingkar. Adonan di sekitar party siap pakai dua kali lebih cepat.
Mama Fanta menjunjung kendi tanah liat besar dan membawa gayung labu yang menetes

Mama Fanta

Pembawa air, guild Gourd

Plester tanpa air retak sebelum sore. Mama Fanta mengatur rantai kendi dari sungai ke puncak, dan ia hafal siapa yang suka menumpahkan setengah isi kendi di tangga.

Air dulu, baru gaya.
Pemain di atas toron menambal petak dinding yang retak dengan plester putih Enam kru guild berkumpul di atap menara, tiap kru dengan kain warnanya sendiri Party di perahu buluh mengambil tanah liat sungai, punggung berlumut muncul di permukaan air Penari menghentak lumpur di jalan antara dua menara yang baru diplester

Musim kering di Toronwall

Gunakan tombol panah untuk berpindah pilar.

Tiap petak dinding tercatat di peta server. Kamu memilih petak, mengaduk, membawa naik, lalu menambal sebelum adonan mengering.

Petak yang kamu tambal memuat namamu di peta sampai musim hujan.

Baba Yoro

Penjaga sungai, guild Reed

Yoro mengantar party turun ke dasar sungai untuk mengambil tanah liat hitam. Ia tahu di mana airnya dangkal dan kapan perahu harus diputar.

Di bawah perahunya, sungai lebih dalam dari menara tertinggi.

Baba Yoro berdiri di haluan perahu buluh, menolak galah panjang ke dasar sungai
Dibo Kaw, buaya lumpur sebesar menara, mengangkat kepala berlumut dengan rahang setengah terbuka

Dibo Kaw

Buaya lumpur sebesar menara, tidur di istana yang tenggelam di bawah sungai. Tiap musim hujan ia naik dan menggerus kaki dinding yang plesternya tipis.

Batang toron di punggungnya adalah sisa raid musim-musim lalu.

Dibo KawRaid 10 pemain

Istana Lumpur. Kelemahan: plester basah di moncong.

Kadi memukulkan sendok berisi plester ke moncong Dibo Kaw yang menerjang dari sungai, air memercik tinggi
Plester basah membutakan Dibo selama empat detik. Pakai waktunya baik-baik.

Awan datang pukul tiga.

Empat guild sudah berkumpul di kaki Menara Sabu. Tugaskan tiap guild ke satu sisi dinding sebelum hujan pertama turun, lalu lihat sisi mana yang bertahan.

Peta empat sisi dinding Menara Sabu

Tiap sisi adalah grup pilihan; tombol panah memindahkan pilihan guild. Satu guild hanya bisa memegang satu sisi, jadi guild yang dipindah bertukar tempat.

Sendok kayu Kadi

Gagangnya dibalut kain nila dari festival pertamanya. Bilahnya sudah aus setipis kuku, dan Kadi menolak menggantinya.

Sendok dan keranjang, Trowel

Keranjang ini memuat plester untuk empat petak. Sendoknya cukup untuk seumur hidup.

Sendok plester kayu Kadi bersandar di keranjang anyaman penuh plester basah

Dari celah dinding

Tangkapan dari beta terbuka, musim The First Plaster.

Bawa Keranjang

Beta terbuka musim The First Plaster sedang berjalan. Tinggalkan surelmu dan pilih platform. Kode masuk dan jadwal Hari Plester berikutnya kami kirim ke sana.

Platform

Trailer The First Plaster

Buka di YouTube

Tombol panah kiri dan kanan berpindah tangkapan.